Selasa, 27 Agustus 2019

Mozaik 2 : TEKAD

Berangkat Membawa Tekad, Pulang Membawa Bekal
Tiara Ilfy Yanti - Ilmu Pemerintahan UNPAD 2017

Perjalanan yang masih tergolong singkat dan penuh teka-teki. Saat itu keplin-plannan masih saja hadir sampai waktu berujung detik. Aku seorang gadis biasa dari kota kecil, Padang Panjang nan sejuk dan masih sedikit sarana modren dibandingkan kota Metropolitan, tak sempurna, dan masih dibilang ingusan. Untuk berjalan sendirian tidak sanggup tanpa mancusuar, restu ilahi beserta orangtua. Aku yakin pada satu kalimat motivasi; Man Jadda Wajada”. Berjuta jalan akan terbentang bagi orang yang bersunguh-sungguh mengubah nasibnya.


Gedung D FISIP UNPAD, Universitas Padjajaran

Saat itu aku hanya memiliki visi, timbul dari hati nurani. Terfikir bagaimana aku hidup jika hanya bekerja untuk diri sendiri. Terfikir untuk apa aku hidup jika hanya bekerja untuk uang, uang dan uang saja tanpa melihat senyuman orang-orang disekitar. Aku tahu, mewujudkannya butuh keringat dan air mata. Tapi aku yakin bahwa usaha keras itu tidak akan menghianati. Seberat apapun rintangan, cobaan, hambatan berfikir positif bahwa lelah tapi lillah lebih berarti.

Jika aku flashback ke zaman SMP (Sekolah Menengah Pertama), Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu mata pelajaran yang begitu menyayat hati dan membangkitkan semangat kebangsaan. Di situlah aku mulai tertarik dengan dunia tersebut. Seiring waktu berjalan, masa SMA (Sekolah Menengah Atas) hampir usai dan aku dihadapi oleh beribu pilihan. Pilihan yang mana?  Pilihan dimana pandangan akan berpijak sebagai eskalator ke akhirat. Awalnya ingin konsultasi dahulu dengan orang tua, guru dan juga rekan terdekat mengenai kemampuan yang tepat. Sebagian besar menjawab kejuruan, keagamaan dan sastra. Di sana aku mulai berfikir entah apa sebenarnya. Pada saat itu banyak sekali isu-isu yang terjadi pada pemimpin dan masyarakat. Terharu atas apa yang terjadi bahkan ingin meninggalkan dunia yang berbau politik. Namun sebagai manusia kita tak boleh membiarkan itu terjadi.

“Jika kita tidak menginginkan kehancuran terjadi pada tanah air, maka ubahlah, perjuangkanlah dengan caramu dan warnamu sendiri.”
(Tiara Ilfy Yanti)

Atas karunia Allah SWT aku bisa menggapai impian itu. Hingga semakin yakin bahwa Allah SWT  memberikan ini agar bisa mewujudkan niat-niat di dalam hati. Tapi ada satu tembok penghalang lagi. Memang sebelum bunga itu mekar pasti ada proses-proses dari sebuah perjanan. Sempat mimpi itu musnah dalam sebuah keterbatasan baik dari segi material dan mental merupakan biangkeladinya. Namun aku tetap berusaha memecahkan segala hambatan melalui keyakinan.

“Man Jadda Wajada”

Alhamdulillah, ini bukti kasih sayang Allah SWT atas kekuatan doa dan niat. Bahkan kata-kata yang terlahir di hati dahulunya satu-persatu ditampakkan. Semua itu terjadi lagi dan lagi karena sebuah keyakinan, tekad dan rasa harap kepada Allah SWT, sehingga dengan izin-Nya aku bisa mengembangkan sayap ke pulau seberang. Itulah potret perjuangan menuju sebuah  keabadian.

Waktu terus berlalu, semangat tidak boleh melebur kemana-mana tanpa arah. Harus fokus tanpa melupakan tujuan awal karena aku seorang gadis yang ingin tumbuh menjadi pemuda penebar kebaikan. Sebab sebaik-baiknya hidup adalah orang yang bermanfaat untuk oranglainnya. Menjadi bagian dari keluarga Etos Bandung merupakan hal yang sangat luar biasa bagiku. Di situlah aku belajar mengeksploitasi diri untuk mewujudkan mimpi-mimpi agar dapat menjadi pemuda yang berkontributif dalam lingkungan. Bahkan berada di sini, aku bisa menginvestasikan ilmu-ilmu untuk kampungku nantinya. Sebab sebagai mahasiswa, bukan hanya disungguhkan kepada teori-teori belaka, melainkan sebagai agent of change  bangsa dan negara. Tidak lupa pula Tri Dharma perguruan tinggi, yakni: pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Maka dengan ini aku ingin membuktikan bahwa Tri Dharma perguruan tinggi bukan idealisme semata melainkan realisme nan nyata.

Liburan menyambut semester genap ditahun awal perkuliahan, aku kembali ke kampung halaman dengan membawa sebuah bekal untukku persembahkan kepada orang-orang terdekat. Sederhana namun membekas di memori ingatan. Etos Road to School, itulah dia sarana penting bagi adik-adik SMA (Sekolah Menengah Atas) dalam mengakses informasi pendidikan selanjutnya. Memang keterbatasan informasi, kadang membuat sebagian mereka mengeluh dan putus asa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harapan. Dan bahkan untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas luar pulau Sumatra, banyak yang menyerah akibat kurangnya biaya. Saat itu terlihat pancaran kegalauan dan harapan di mimik wajah mereka seakan mengingatkanku  serentetan kisah dan tekadku sebelumnya dalam menentukan pilihan yang begitu sulit dengan menghancurkan tembok-tembok penghalang.


 Etos Road to School di SMAN kota Padang-Panjang

Waktu Etos Road to School aku bertekad agar adik-adik tidak merasakan kegelisahan yang pernah aku alami sebelumnya. Mereka tidak hanya terpaku pada beasiswa bidikmisi semata, yang kadang belum tentu dapat atau tidaknya. Sehingga membuat mereka berputus asa tanpa ada jalan lainnya. Aku mengingatkan kepada mereka, “Man Jadda Wajada”. Tidak ada yang buntu, pasti ada jalan bagi orang yang bersungguh.

Saatku berdiri di depan kelas untuk menyampaikan sebuah informasi dan motivasi untuk adik-adik, terlihat sekali ekspresi mereka sangat butuh akan dorongan semangat. Terbayang diriku duduk di sana dengan kegalauan yang memuncak. Bukan mereka saja, adik-adik di luar kota sana juga membutuhkannya. Jika dilihat kualitas pendidikan di kota Padang Panjang, alhamdulillah sudah mencapai kemajuan pesat terutama dengan adanya presantren-pesantren ternama, bahkan sekolah unggul negri dengan peringkat tertinggi di Sumatra Barat setiap tahunnya. Membawa banyak kawula muda melanjutkan perguruan tinggi baik di dalam maupun diluar daerah. Hal itu patut disyukuri karena kota Padang Panjang yang dikenal sebagai kota Serambi Mekah adalah kota Pendidikan. Namun ditanya secara langsung kepada siswa SMA (Sekolah Menengah Atas), masih banyak kesulitan bagi mereka dalam mengakses sumber informasi dana kuliah yang kadang membuat mereka berat untuk membayar uang kuliah setiap semesternya. Jadi melalui Etos Road to School kita dapat membagikan energi positif dan informasi-informasi dalam dunia perkuliahan nanti. Agar kuwala muda dengan mudah menggapai harapan dengan mengancur tembok kegagalan serta mengabdi untuk daerah asalnya. Sangat antusias dan bahagia sekali adik-adik tersebut dapat mengetahui informasi baru sebagai penunjang harapannya masing-masing.

Semoga lelahnya kita, tantangan kita, hambatan-hambatan kita dalam melaksanakan Etos Road to School merupakan butiran-butiran keringat pembawa kita ke surga nantinya. Sebab, sekecil apapun kontribusi sangat berpengaruh baik untuk kehidupan kita di dunia dan akhirat maupun untuk orang-orang di sekitar kita. Allah SWT maha tahu dan penuh kasih kepada hambanya yang berusaha menggapai ridho-Nya. Maka berlomba-lombalah melakukan kebaikan dalam mentransfer pengalaman, ilmu-ilmu maupun segala informasi yang membantu  orang banyak.

Ada sebuah kalimat ciptaanku nan sederhana, namun membangkitkan semangatku dikala suram; Pemuda luar biasa, visioner dalam bertindak. Menyusun sebuah perencanaan tanpa berfikir lamban. Menggapai perencanaan tanpa menunda-nunda waktu luang. Mengejar perencanaan dengan asa nan tak pudar. Pemuda, kau memiliki darah bagaikan kobaran api yang membara. Selagi membara, kibarkan api semangat itu untuk menata masa depan. Pemuda, kau punya fikiran jernih dalam merancang kinerja. Selagi jernih, jangan tunggu menjadi keruh akibat butir-butir debu nan tak terjaga. Pemuda sang harapan bangsa dan agama, keluarkan segala kemampuan selagi kau masih bernafas lega. Tidak ada suatu hal bernilai rendah melainkan mempunyai manfaat tersendirinya. Maka bermanfaatlah dalam segala hal kebaikan apapun itu asalkan niat karena Allah SWT. Hiduplah sang pemuda! Bangkitlah dari lelah berkepanjangan. Setelah bangkit, lupa dan ikhlaskan masa usangmu yang suram agar kembali mengalir  jernih dan berguna untuk orang lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mozaik 4 : ALAM

Bendera berkibar setengah tiang. Angin berhembus kencang membawa burung-burung terbang dengan penuh suka cita. Bola mata melirik ke kanan, k...