Hey guys edisi
kali ini berupa cerita pendek hasil karya saya bersama guru pembimbing saya di
SMPN 5 Padang-Panjang dulu. Sebelumnya sudah diposting di blog Ibuk LG, tapi
sekarang sedikit saya review ulang.
Pramuka di Tanah longsor
Siang hari yang
panas, di lapangan SMP N 5 semua anggota pramuka berbaris
dengan seragam dan perlengkapan yang lengkap. Tasya salah satu ketua regu Melati, dari setiap ketua regu dialah yang paling aktif dalam urusan
memimpin apalagi dalam kegiatan bela negara. Sehingga dia di juluki sebagai MISS tahun ini. Selain itu dia juga aktif dalam akademik
hingga setiap semester terus berbaris di
depan dalam pengumuman juara kelas.
Satu jam sudah berlalu dalam
persiapan untuk berkemah, mereka pun dengan semangat berjalan menghadapi terik matahari. Pak Shailil berteriak di ujung barisan depan untuk
menyuruh anggota pramuka mengeluarkan lagu yel-yel pramuka agar anggota pramuka
semakin semangat.
“PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA..PRAMUKA
SIAPA YANG PUNYA..PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA,,YANG PUNYA INDONESIA..” lagu mereka dengan penuh keceriaan.
Sudah beberapa jam mereka tetap semakin
semangat dan kuat meski terik matahari makin menyengat. Apalagi dengan semangatnya Tasya yang menyalakan keceriaan
anggota regunya menuju daerah perkemahan. Lebih
semaraknya lagi seluruh pasukan pramuka melakukan penjelajahan, kira-kira 3 km
menuju lokasi perkemahan yang indah dan di kelilingi
perbukitan. Tahun kemaren mereka juga
melalakukan perkemahan di areal yang sama. Karena begitu mengesankan Tasya
tetap mengusulkan perkemahan tahun
ini dilakukan di areal yang sama.
Hari menunjukkan pukul 11 siang mereka sampai di pos perkemahan
tepatnya di daerah perhutanan kota Padang Panjang dengan selamat dan hari pun
masih terang, matahari belum begitu condong ke Barat. Mereka sesampai disana
langsung berbaris dengan rapi. “Siap grak!”gumam dari masing-masing ketua regu tersebut. Di SMPN 5 Padang Panjang anggota
pramuka terbagi atas 5 regu. Ada regu Melati, Mawar, Harimau, Elang
dan Garuda. Masing-masing
terdiri atas 6 orang. Tetapi
di dalam regu tersebut Tasya lah yang paling menonjol.
Waktu terus berjalan dengan
cepatnya. Pak Shailil selaku sebagai pembina
pramuka menyuruh mereka membangun tenda mereka masing masing. Setiap regu
dipandu oleh beberapa Pembina yang lain yang masih guru SMPN 5 Padang Panjang
di antaranya Bapak Endar, Bapak Edwin, Bapak Adrius, Bapak Hafrizal, Ibu Eli
Nofita, Ibuk Ting, Ibuk LG, Ibuk Nursyamsi, Ibuk Yusnidar, Ibuk Cika. Di samping
itu ada beberapa alumni SMPN 5 Padang Panjang yang aktif melatih adik
tingkatnya di SMPN 5 Padang Panjang. Mereka memang ditetapkan sebagai pelatih
pramuka di SMPN 5 Padang panjang. Salah seorang bernama Fauzan yang kayaknya
hidupnya untuk pramuka.
“Dif, tolong
ambilkan potong kayu di tas ku ya,,?” printah Ija.
“Baik, Ja,” jawab Difani dengan penuh tanggung jawabn. Difani adalah orang yang memiliki
kharakter yang penuh tanggung jawab yang tinggi. “Ini…”jawabnya dengan tegas. “Makasih.” Kata Ija.
Semua regu pun kliatan sibuk dengan
aktivitas mereka masing masing. Dan akhirnya semua tenda sudah berdiri dengan kokoh .
“Puiittt…..” puputan dari Pak Shailill, tanda untuk berkumpul.
“Anak anak semuanya, sekarang kita sudah selesai mendirikan tenda, sekarang Bapak akan membacakan susunan acara kita untuk nanti
malam.“ Jelas
pak Shailill.
“Siap baik.!” jawab anggota pramuka dengan kompak.
“Pertama
kita akan berlomba untuk membuat api dari benda lain, dan siapa yang kalah di beri sanksi untuk memanjat pohon
kelapa pada hari esok. Kedua
kalian akan menunjukkan bakat kalian semua baik dalam menyanyi, memasak makanan malam dan lomba pemasangan tenda.” Kata pak Shailill dengan panjang
lebar.
Semua anggota pramuka pun keliatan
senang dengan direncanakannya kegiatan malam tersebut.
Sekarang menunjukkan pukul 4
sore.Mereka pun bergegas untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah di lokasi hutan tersebut. Mereka dengan penuh kekhusyukkan
berdoa kepada ALLAH SWT agar mendapatkan
keselamatan di kegiatan perkemahan tersebut.
“Anak anak semuanya, sekarang waktunya istirahat sambil
membuka bekal yang dibawa dari rumah“ kata
buk Cika dengan sifat ketegasannya. Buk Cika adalah salah satu pembina
pramuka wanita SMP N5 Padang Panjang yang sangat disiplin dalam kegiatan
apapun. Disamping itu dia pernah juara dalam kegiatan pramuka tingkat nasional.
“Baik siap..!!”kata mereka dengan kompak.
Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Sesudah shalat Magrib berjamah mereka akan dinilai oleh Pembina, Pertama
makam malam yang dibuat oleh kelompok masing-masing. Kedua penampilan bakat dan
ketika pemasangan tenda yang terbagus. Hari semakin dingin angin mulai bergerak
agak kencang, tapi semangat mereka tetap membara seperti pramuka yang kekar di
tanah air kita. Semua regu menghidangkan masakan kelompok di depan tenda
diterangi lampu yang terang sehingga hidangan tiap kelompok tampak nyata.
Masing-masing Pembina berputar mencicipi masakan setiap regu. Tampaknya mereka
agak lama di kelompok Tasya sambil mengulang mencicpi masakan regu Tasya. Masakan ayam kentaki bikinan kelompok tasya memang
enak dan gurih. Mirip masakan yang dijual di pasar. Tasya memang sering masak
ayam kentaki yang dilapisi tepung dengan cara special, sehingga mirip rasanya
Ayam Kentucki(KFC).
Masing anggota kelompok menampilkan
bakat yang telah mereka siapkan dari sekolah. Ketika akan mempilkan bakat di dekat api unggun tiba-tiba gerimis sudah menyebar di
pemukiman perkemahan mereka. Dan buyar hujan pun turun membasahi areal
perkemahan mereka. Ya terpaksa semua kegiatan tertunda. Semua anggota regu
tanpa peluit Pak Sailil bubar memasuki tenda masing-masing. Untung saja di
sekiling tenda, mereka membuat parit kecil sehingga air hujan tidak memasuki
tenda dan tidak membasahi dasar tenda mereka. Masing-masing anggota regu
membuat acara masing-masing di dalam tenda dan didampingi masing-masing
Pembina. Masing terdengar suara hiruk pikuk di dalam tenda dan suara
kriyuk-kriyuk snack yang dikunyah bekal yang mereka bawa dari rumah.
Malam itu memang belum bersahabat
bagi tim pramuka SMPN 5 padang Panjang. Hujan terus mengguyur di daerah
pemukiman perkemahan mereka. Pak Sailil berkeliling mengitari daerah perkemahan
dengan senter dan jas hujan yang telah disipkannya dari rumah. Rasa tanggung
jawab membuat Bapak ini mengawasi anak asuhnya dan Beliau dibantu oleh Fauzan
yang aktif membantu anggota regu lainnnya yang ingin mengambil wuduk.
Hari sudah
menunjukkan pukul 12 malam dan hujan pun
masih belum reda. Masing-masing tenda-tenda sudah mulai diam ditemani angin
dingin malam. Pak Sailil dan Pembina lainnya masih duduk di tenda posko dengan
masih terdengar gelak tawa disela-sela hujaan yang masih turun. Malam semakin
larut, anggota pramuka yang terbiasa berteman dengan alam tak menghiraukan
dinginya malam. Bahkan mereka semakin nyenyak tidurnya di dalam tenda
kedamaian.
Pagi itu tepatnya hari Minggu, hujan
masih turun tapi anggota tim pramuka sudah mulai aktif menjalankan aktivitasnya
masing-masing dengan jas hujan yang mereka siapkan, karena mereka berpikir,
sedia jas hujan sebelum hujan apalagi di kota hujan ini.
Di tengah keasyikan kegiatan di pagi
ini, tiba-tiba terdengar suara seperti BOM menghantam tanah dengan sedikit
getaran mengoyangkan tubuh mereka. Sekilas rasa cemas dan keingintahuan sedang
menyelimuti hati mereka. Apa yang terjadi. Ketika pertanyaan itu muncul
tiba-tiba ada suara minta
“TOLONG…TOLONG…” sorak dari salah satu orang di
seberang lereng. Viki dari salah satu ketua dari regu
garuda mengalihkan pertanyaan kepada laki paroh baya itu. ”Ada apa pak?” Tanya dia dengan penuh kecemasan.
“Nak, di seberang lereng sana ada longsor nak. Kami semua ketakutan, apalagi anak dan keluarga kami semua banyak yang tertimbun.” Kata laki laki itu diiringi tangisan.
“Baik pak, kami bersedia menolong Bapak dan warga semua.” Jawab pak Shailill dengan penuh
iklasan.
Merekapun bergegas kesana dengan
mengeluarkan alat apa adany. Namun,Rima
kliatan cemburut. Tasya pun berpikir kalau Rima suka
malas kalau soal nolongin orang. Mereka
dengan cuek meninggalkan Rima tanpa ada kata dan sapaan sedikitpun.
Sesampai di sana mereka dengan sibuk
menolong banyak orang yang tertimbun di hempit tanah. Mereka keliatan tak ada lelah dan penuh keiklasan mengangkat
korban yang berlumuran tanah. Syukurlah
orang tersebut masih bernafas.
“Tolong aku nakk.” Sorak dari bawah puing bangunan yang
terhimpun tanah. Merekapun menghampiri orang itu dan
berusaha menolong nya. Semua warga yang sempat menyelamtkan diri di bawa tim regu perempuan ke tenda mereka
masing-masing. Semua tenda-tenda yang semula untuk penginapan mereka penuh
terisi dengan warga korban longsor. Pak Sailil nampaknya sedang mengangkat
korban longsor dengan tandu dan membawa korban ke samping tenda dan menyusun
korban demi korban yang nampaknya tidak bernyawa lagi. Semua anak laki-laki
semua berlumuran tanah dan jas hujannya sudah berubah warna jadi lumpur.
Tasya
bersama cewek-cewek lain tak kalah sigapnya mengobati korban yang lula-luka dan
menyuguhi minuman teh manis dan sedikit makanan ringan
dan masih menerima kiriman korban dari tanah longsor itu. Areal pemukiman mereka yang ditata serapi mungkin
kini telah menjadi areal yang penuh lumpur. Tasya yang terkenal tangkas dengan
sigap membantu para korban dengan Pembina yang lain. Tetes air mata mengalir di
sela-sela mata tim pramuka ini melihat anak-anak kecil meraung sambil memanggil
orang tuaanya yang tak tahu khabarnya.
Areal perkemahan SMPN 5 ini sudah mirip seperti Posko Penampungan Bencana
dan para TIM SAR sudah siaga di Lokasi Bencana dan sudah mengambil alih
tugas-tugas Tim Pramuka SMPN 5 Padang Panjang
……………………………….
Bel pun berbunyi,mereka berbaris
untuk melaksanakan upacara bendera pada hari Senin. Mereka terkejut saat melihat kehadiran Bapak Wali kota di
sekolah tercinta ini.
“Wahh, ada
Bapak Wali kota nih. Pasti ada suatu kabar indah nih.” Terka Tasya. ”lihat aja dulu, jangan terka sembarangan aja.” Balas Ija dengan penuh canda. Tak disangka mereka terkejut saat
Bapak itu memberikan sebuah penghargaan kepada sekolah ini.
Mereka mengecapkan terimakasih kepada tim Pramuka SMPN 5 Padang Panjang yang siap tangkas menyikapi bencana. Penghargaan
diberikan kepaka Bapak Sailil diiringi tepuk tangan seluruh peserta upacara.
Kami melakukannya dengan ikhlas Pak tanpa ada maksud ingi dibalas. Kami
menjalankan prinsip pramuka, yaitu menolong sesama, tetapi karena Bapak
memberikan penghargaan seperti ini kami mengucapkan terima kasih atas perhatian
Bapak dengan kedatangan Bapak ini menjadi sejarah bagi sekolah kami. Sekali
lagi tepuk tangan memeriahkan kedatangan Bapak Walikota ke SMPN 5 Padang
Panjang.
Karya : Tiara Ilfy
Yanti
Bersama : Buk Lidya Gusti
Sekolah : SMP N 5
Padang-Panjang




Tidak ada komentar:
Posting Komentar