Jumat, 30 Juni 2017

Pramuka di Tanah longsor

Hey guys edisi kali ini berupa cerita pendek hasil karya saya bersama guru pembimbing saya di SMPN 5 Padang-Panjang dulu. Sebelumnya sudah diposting di blog Ibuk LG, tapi sekarang sedikit saya review ulang.
Semoga bermanfaat ya??? ^_^



Pramuka di Tanah longsor

Siang hari yang panas, di lapangan SMP N 5 semua anggota pramuka berbaris dengan seragam dan perlengkapan yang lengkap. Tasya salah satu ketua regu Melati, dari setiap ketua regu dialah yang paling aktif dalam urusan memimpin apalagi dalam kegiatan bela negara. Sehingga dia di juluki sebagai MISS tahun ini. Selain itu dia juga aktif dalam akademik hingga setiap semester terus berbaris di depan dalam pengumuman juara kelas.

Satu jam sudah berlalu dalam persiapan untuk berkemah, mereka pun dengan semangat berjalan menghadapi terik matahari. Pak Shailil berteriak di ujung barisan depan untuk menyuruh anggota pramuka mengeluarkan lagu yel-yel pramuka agar anggota pramuka semakin semangat.
“PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA..PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA..PRAMUKA SIAPA YANG PUNYA,,YANG PUNYA INDONESIA..” lagu mereka dengan penuh keceriaan.

Sudah beberapa jam mereka tetap semakin semangat dan kuat meski terik matahari makin menyengat. Apalagi dengan semangatnya Tasya yang menyalakan keceriaan anggota regunya menuju daerah perkemahan. Lebih semaraknya lagi seluruh pasukan pramuka melakukan penjelajahan, kira-kira 3 km menuju lokasi perkemahan yang indah dan di kelilingi perbukitan. Tahun kemaren mereka juga melalakukan perkemahan di areal yang sama. Karena begitu mengesankan Tasya tetap mengusulkan perkemahan tahun ini dilakukan di areal yang sama.

Hari menunjukkan pukul 11 siang mereka sampai di pos perkemahan tepatnya di daerah perhutanan kota Padang Panjang dengan selamat dan hari pun masih terang, matahari belum begitu condong ke Barat. Mereka sesampai disana langsung berbaris dengan rapi. “Siap grak!”gumam dari masing-masing ketua regu tersebut. Di SMPN 5 Padang Panjang anggota pramuka terbagi atas 5 regu. Ada regu Melati, Mawar, Harimau, Elang dan Garuda. Masing-masing terdiri atas 6 orang. Tetapi di dalam regu tersebut Tasya lah yang paling menonjol.

Waktu terus berjalan dengan cepatnya. Pak Shailil selaku sebagai pembina pramuka menyuruh mereka membangun tenda mereka masing masing. Setiap regu dipandu oleh beberapa Pembina yang lain yang masih guru SMPN 5 Padang Panjang di antaranya Bapak Endar, Bapak Edwin, Bapak Adrius, Bapak Hafrizal, Ibu Eli Nofita, Ibuk Ting, Ibuk LG, Ibuk Nursyamsi, Ibuk Yusnidar, Ibuk Cika. Di samping itu ada beberapa alumni SMPN 5 Padang Panjang yang aktif melatih adik tingkatnya di SMPN 5 Padang Panjang. Mereka memang ditetapkan sebagai pelatih pramuka di SMPN 5 Padang panjang. Salah seorang bernama Fauzan yang kayaknya hidupnya untuk pramuka.



“Dif, tolong ambilkan potong kayu di tas ku ya,,?” printah Ija.
“Baik, Ja,” jawab Difani dengan penuh tanggung jawabn. Difani adalah orang yang memiliki kharakter yang penuh tanggung jawab yang tinggi. “Ini…”jawabnya dengan tegas. “Makasih. Kata Ija.
Semua regu pun kliatan sibuk dengan aktivitas mereka masing masing. Dan akhirnya semua tenda sudah berdiri dengan kokoh .

“Puiittt…..” puputan dari Pak Shailill, tanda untuk berkumpul.
“Anak anak semuanya, sekarang kita sudah selesai mendirikan tenda, sekarang Bapak akan membacakan susunan acara kita untuk nanti malam. Jelas pak Shailill.
“Siap baik.!” jawab anggota pramuka dengan kompak.
Pertama kita akan berlomba untuk membuat api dari benda lain, dan siapa yang kalah di beri sanksi untuk memanjat pohon kelapa pada hari esok. Kedua kalian akan menunjukkan bakat kalian semua baik dalam menyanyi, memasak makanan malam dan lomba pemasangan tenda.” Kata pak Shailill dengan panjang lebar.

Semua anggota pramuka pun keliatan senang dengan direncanakannya kegiatan malam tersebut.
Sekarang menunjukkan pukul 4 sore.Mereka pun bergegas untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah di lokasi hutan tersebut. Mereka dengan penuh kekhusyukkan berdoa kepada ALLAH SWT agar mendapatkan keselamatan di kegiatan perkemahan tersebut.
“Anak anak semuanya, sekarang waktunya istirahat sambil membuka bekal yang dibawa dari rumah“ kata buk Cika dengan sifat ketegasannyaBuk Cika adalah salah satu pembina pramuka wanita SMP N5 Padang Panjang yang sangat disiplin dalam kegiatan apapun. Disamping itu dia pernah juara dalam kegiatan pramuka tingkat nasional.

“Baik siap..!!”kata mereka dengan kompak.

Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Sesudah shalat Magrib berjamah mereka akan dinilai oleh Pembina, Pertama makam malam yang dibuat oleh kelompok masing-masing. Kedua penampilan bakat dan ketika pemasangan tenda yang terbagus. Hari semakin dingin angin mulai bergerak agak kencang, tapi semangat mereka tetap membara seperti pramuka yang kekar di tanah air kita. Semua regu menghidangkan masakan kelompok di depan tenda diterangi lampu yang terang sehingga hidangan tiap kelompok tampak nyata. Masing-masing Pembina berputar mencicipi masakan setiap regu. Tampaknya mereka agak lama di kelompok Tasya sambil mengulang mencicpi masakan regu Tasya. Masakan ayam kentaki bikinan kelompok tasya memang enak dan gurih. Mirip masakan yang dijual di pasar. Tasya memang sering masak ayam kentaki yang dilapisi tepung dengan cara special, sehingga mirip rasanya Ayam Kentucki(KFC).

Masing anggota kelompok menampilkan bakat yang telah mereka siapkan dari sekolah. Ketika akan mempilkan bakat di dekat api unggun tiba-tiba gerimis sudah menyebar di pemukiman perkemahan mereka. Dan buyar hujan pun turun membasahi areal perkemahan mereka. Ya terpaksa semua kegiatan tertunda. Semua anggota regu tanpa peluit Pak Sailil bubar memasuki tenda masing-masing. Untung saja di sekiling tenda, mereka membuat parit kecil sehingga air hujan tidak memasuki tenda dan tidak membasahi dasar tenda mereka. Masing-masing anggota regu membuat acara masing-masing di dalam tenda dan didampingi masing-masing Pembina. Masing terdengar suara hiruk pikuk di dalam tenda dan suara kriyuk-kriyuk snack yang dikunyah bekal yang mereka bawa dari rumah.

Malam itu memang belum bersahabat bagi tim pramuka SMPN 5 padang Panjang. Hujan terus mengguyur di daerah pemukiman perkemahan mereka. Pak Sailil berkeliling mengitari daerah perkemahan dengan senter dan jas hujan yang telah disipkannya dari rumah. Rasa tanggung jawab membuat Bapak ini mengawasi anak asuhnya dan Beliau dibantu oleh Fauzan yang aktif membantu anggota regu lainnnya yang ingin mengambil wuduk.

Hari sudah menunjukkan pukul 12 malam dan hujan pun masih belum reda. Masing-masing tenda-tenda sudah mulai diam ditemani angin dingin malam. Pak Sailil dan Pembina lainnya masih duduk di tenda posko dengan masih terdengar gelak tawa disela-sela hujaan yang masih turun. Malam semakin larut, anggota pramuka yang terbiasa berteman dengan alam tak menghiraukan dinginya malam. Bahkan mereka semakin nyenyak tidurnya di dalam tenda kedamaian.

Pagi itu tepatnya hari Minggu, hujan masih turun tapi anggota tim pramuka sudah mulai aktif menjalankan aktivitasnya masing-masing dengan jas hujan yang mereka siapkan, karena mereka berpikir, sedia jas hujan sebelum hujan apalagi di kota hujan ini.
Di tengah keasyikan kegiatan di pagi ini, tiba-tiba terdengar suara seperti BOM menghantam tanah dengan sedikit getaran mengoyangkan tubuh mereka. Sekilas rasa cemas dan keingintahuan sedang menyelimuti hati mereka. Apa yang terjadi. Ketika pertanyaan itu muncul tiba-tiba ada suara minta 
tolong dari arah bukit yang tak jauh dari perkemahan mereka.



“TOLONG…TOLONG…” sorak dari salah satu orang di seberang lereng. Viki dari salah satu ketua dari regu garuda mengalihkan pertanyaan kepada laki paroh baya itu. ”Ada apa pak? Tanya dia dengan penuh kecemasan.
“Nak, di seberang lereng sana ada longsor nak. Kami semua ketakutan, apalagi anak dan keluarga kami semua banyak yang tertimbun.” Kata laki laki itu diiringi tangisan.
“Baik pak, kami bersedia menolong Bapak dan warga semua.” Jawab pak Shailill dengan penuh iklasan.
Merekapun bergegas kesana dengan mengeluarkan alat apa adany. Namun,Rima kliatan cemburut. Tasya pun berpikir kalau Rima suka malas kalau soal nolongin orang. Mereka dengan cuek meninggalkan Rima tanpa ada kata dan sapaan sedikitpun.

Sesampai di sana mereka dengan sibuk menolong banyak orang yang tertimbun di hempit tanah. Mereka keliatan tak ada lelah dan penuh keiklasan mengangkat korban yang berlumuran tanah. Syukurlah orang tersebut masih bernafas.

“Tolong aku nakk.” Sorak dari bawah puing bangunan yang terhimpun tanah. Merekapun menghampiri orang itu dan berusaha menolong nya. Semua warga yang sempat menyelamtkan diri di bawa tim regu perempuan ke tenda mereka masing-masing. Semua tenda-tenda yang semula untuk penginapan mereka penuh terisi dengan warga korban longsor. Pak Sailil nampaknya sedang mengangkat korban longsor dengan tandu dan membawa korban ke samping tenda dan menyusun korban demi korban yang nampaknya tidak bernyawa lagi. Semua anak laki-laki semua berlumuran tanah dan jas hujannya sudah berubah warna jadi lumpur.

Tasya bersama cewek-cewek lain tak kalah sigapnya mengobati korban yang lula-luka dan menyuguhi minuman teh manis dan sedikit makanan ringan dan masih menerima kiriman korban dari tanah longsor itu. Areal pemukiman mereka yang ditata serapi mungkin kini telah menjadi areal yang penuh lumpur. Tasya yang terkenal tangkas dengan sigap membantu para korban dengan Pembina yang lain. Tetes air mata mengalir di sela-sela mata tim pramuka ini melihat anak-anak kecil meraung sambil memanggil orang tuaanya yang tak tahu khabarnya.

Areal perkemahan SMPN 5 ini sudah mirip seperti Posko Penampungan Bencana dan para TIM SAR sudah siaga di Lokasi Bencana dan sudah mengambil alih tugas-tugas Tim Pramuka SMPN 5 Padang Panjang

……………………………….


Bel pun berbunyi,mereka berbaris untuk melaksanakan upacara bendera pada hari Senin. Mereka terkejut saat melihat kehadiran Bapak Wali kota di sekolah tercinta ini.
“Wahh, ada Bapak Wali kota nih. Pasti ada suatu kabar indah nih. Terka Tasya. ”lihat aja dulu, jangan terka sembarangan aja.” Balas Ija dengan penuh canda. Tak disangka mereka terkejut saat Bapak itu memberikan sebuah penghargaan kepada sekolah ini. 

Mereka mengecapkan terimakasih kepada tim Pramuka SMPN 5 Padang Panjang yang siap tangkas menyikapi bencana. Penghargaan diberikan kepaka Bapak Sailil diiringi tepuk tangan seluruh peserta upacara. Kami melakukannya dengan ikhlas Pak tanpa ada maksud ingi dibalas. Kami menjalankan prinsip pramuka, yaitu menolong sesama, tetapi karena Bapak memberikan penghargaan seperti ini kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak dengan kedatangan Bapak ini menjadi sejarah bagi sekolah kami. Sekali lagi tepuk tangan memeriahkan kedatangan Bapak Walikota ke SMPN 5 Padang Panjang.

HIDUP INDONESIA KU!!!





Karya     : Tiara Ilfy Yanti 
Bersama : Buk Lidya Gusti


Sekolah  : SMP N 5 Padang-Panjang

Mozaik 4 : ALAM

Bendera berkibar setengah tiang. Angin berhembus kencang membawa burung-burung terbang dengan penuh suka cita. Bola mata melirik ke kanan, k...